Tahapan kontraksi otot rangka



Related Topics: Tahu Gak Sih. Proses Perkembangan dan Pembentukan Otot Pada Tubuh Manusia. Berdasar pengamatan ini, Hugh Huxley, Jean Hanson, Andrew Huxley dan R. Keadaan itu disebut keadaan transien. Respon otot terhadap stimulus yang lebih kuat Kekuatan kontraksi dikontrol dengan lebih akurat dengan menggunakan recruitment, atau disebut juga multiple motor unit summation. Bagan Otot Rangka, gambar: wikipedia. Mekanisme kontraksi otot disebut dengan sliding filament.




Menurut fakta, kita telah mengetahui bahwa panjang otot yang terkontraksi akan tahapan kontraksi otot rangka pendek daripada panjang awalnya saat otot sedang rileks. Pemendekan ini rata -rata sekitar sepertiga panjang awal. Melalui mikrograf elektron, pemendekan ini dapat tahapan kontraksi otot rangka sebagai konsekuensi dari pemendekan sarkomer. Sebenarnya, pada saat pemendekan berlangsung, panjang filamen tebal dan tipis tetap dan tak berubah dengan melihat tetapnya lebar lurik A dan jarak disk Z sampai ujung daerah H tetangga namun married want to put baby up for adoption history I dan daerah H mengalami reduksi yang sama besarnya.

Berdasar pengamatan ini, Hugh Huxley, Jean Hanson, Andrew Huxley dan R. Model ini mengatakan bahwa gaya kontraksi otot itu dihasilkan oleh suatu proses yang membuat beberapa set filamen tebal dan tipis dapat bergeser antar sesamanya. Model pergeseran filamen tadi hanya menjelaskan mekanika kontraksinya dan bukan asal-usul gaya kontraktil. Pada tahunSzent-Gyorgi kembali menunjukkan mekanisme kontraksi.

Pencampuran larutan aktin dan miosin untuk membentuk kom-pleks bernama Aktomiosin ternyata disertai oleh peningkatan kekentalan larutan yang cukup besar. Kekentalan ini dapat dikurangi dengan menambahkan ATP ke dalam larutan aktomiosin. Maka dari itu, ATP mengurangi daya tarik atau afinitas miosin terhadap aktin. Selanjutnya, untuk dapat mendapatkan penjelasan lebih tentang peranan ATP dalam proses kontraksi itu, kita memerlukan studi kinetika kimia.

Daya kerja ATPase miosin yang terisolasi ialah sebesar 0. Daya kerja sebesar itu ternyata jauh lebih kecil dari daya kerja ATPase miosin yang berada dalam otot yang berkontraksi. Bagaimanapun juga, secara paradoks, adanya aktin dalam otot meningkatkan laju hidrolisis ATP miosin menjadi sekitar 10 per detiknya.

Karena aktin menyebabkan peningkatan atau peng-akti-vasian miosin inilah, muncullah sebutan aktin. Model ini dapat dilihat pada skema gambar 8. Pada tahap pertama, ATP terikat pada bagian miosin dari aktomiosin dan menghasilkan disosiasi aktin dan miosin. Miosin yang merupakan produk proses ini memiliki ikatan dengan ATP. Selanjutnya, pada tahap kedua, ATP yang terikat dengan miosin tadi terhidrolisis dengan cepat membentuk kompleks miosin-ADP-Pi. Kompleks tersebut yang kemudian berikatan dengan Aktin pada tahap ketiga.

Pada tahap keempat yang merupakan tahap untuk relaksasi konformasional, kompleks aktin-miosin-ADP-Pi tadi secara tahap demi tahap melepaskan ikatan dengan Pi dan ADP sehingga kompleks yang tersisa hanyalah kompleks Aktin-Miosin yang siap untuk siklus hidrolisis ATP selanjutnya. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa proses terkait dan terlepasnya aktin yang diatur oleh ATP tersebut menghasilkan gaya vektorial untuk kontraksi otot. Rayment, Holden, dan Ronald Milligan telah memformulasikan suatu model yang dinamakan kompleks rigor terhadap kepala S1 miosin dan Faktin.

Mereka mengamati kompleks tersebut melalui mikroskopi elektron. Daerah yang mirip bola pada S1 itu berikatan secara tangensial pada filamen aktin pada sudut 45o terhadap sumbu filamen. Sementara itu, ekor S1 mengarah sejajar sumbu filamen. Relasi kepala S1 miosin itu nampaknya berinteraksi dengan aktin melalui pasangan ion yang melibatkan beberapa residu Lisin dari miosin dan beberapa residu asam Aspartik dan asam Glutamik dari aktin.

Hidrolisis ATP dapat dikaitkan dengan model pergeseran-filamen. Pada mulanya, kita mengasumsikan jika cross-bridges miosin memiliki letak yang konstan tanpa berpindah-pindah, maka model ini tak dapat dibenarkan. Sebaliknya, cross bridges itu harus berulangkali terputus dan terkait kembali pada posisi lain namun masih di daerah sepanjang filamen dengan arah menuju disk Z. Melalui pengamatan dengan sinar X terhadap struktur filamen dan kondisinya saat proses hidrolisis terjadi, Rayment, Holden, dan Milligan mengeluarkan postulat bahwa tertutupnya celah aktin akibat rangsangan berupa ejeksi ADP itu berperan besar untuk sebuah perubahan konformasional yang menghasilkan hentakan daya miosin dalam siklus kontraksi otot.

Gambar 9 menjelaskan tentang tahaptahap siklus tersebut. Pada mulanya, ATP muncul dan mengikatkan diri pada kepala miosin S1 sehingga celah aktin terbuka. Sebagai akibatnya, kepala S1melepaskan ikatannya pada aktin. Pada tahap kedua, celah aktin akan menutup kembali bersamaan dengan proses hidrolisis ATP yang menyebabkan tegaknya posisi kepala S1. Posisi tegak itu merupakan keadaan molekul dengan energi tinggi jelas-jelas memerlukan energi. Pada tahap ketiga, kepala S1 mengikatkan diri dengan lemah pada suatu monomer aktin yang posisinya lebih dekat dengan disk Z dibandingkan dengan monomer aktin sebelumnya.

Pada tahap keempat, Kepala S1 melepaskan Pi yang mengakibatkan tertutupnya celah aktin sehingga afinitas kepala S1 terhadap aktin membesar. Keadaan itu disebut keadaan transien. Selanjutnya, pada tahap kelima, hentakan-daya terjadi dan suatu geseran konformasional yang turut menarik ekor kepala S1 tadi terjadi sepanjang 60 Angstrom menuju disk Z. Lalu, pada tahap akhir, ADP dilepaskan oleh kepala S1 dan siklus berlangsung lengkap. You are commenting using your WordPress.

Notify me of new posts via email. Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email. Blog sederhana tentang olahraga. Filamen-filamen tebal dan tipis yang saling bergeser saat proses kontraksi. Aktin merangsang Aktivitas ATPase Miosin. Model untuk interaksi Aktin dan Miosin berdasar strukturnya. Like this: Like Loading Reply to this comment. Reply to this comment. Leave a Reply Cancel reply.

Enter your comment here Fill in your details below or click an icon to log in:. Email required Address never made public. You are commenting using your Twitter account. You are commenting using your Facebook account. Notify me of new comments via tahapan kontraksi otot rangka. Warming up and cooling down for exercise.

Join 5 other followers. Create a free website or blog at WordPress.




Perbedaan Otot Polos, Otot Jantung dan Otot Rangka


Hewan dan manusia dapat bergerak, mengangkat barang, dan melakukan aktivitas lainnya karena adanya kontraksi otot yang menyebabkan munculnya gerakan. KONTRAKSI OTOT RANGKA. Jika terjadi potensial aksi lagi pada neuromuscular junction, maka tahapan - tahapan tadi akan terulang kembali (step 5). Tahapan - tahapan kontraksi pada aktin dan miosin: a. Sebelum kontraksi dimulai kepala dari miosin berikatan Prinsip All or None pada Kontraksi Sel Otot Rangka.

Add a comment

Your e-mail will not be published. Required fields are marked *